
Banyak orang di luar sana sibuk menjadi orang lain. Menjadi sempurna,membentuk dirinya sebagai refleksi yang tengah berevolusi sebagai pribadi dambaan. Ini Ibarat dari Laba-Laba Gudang menjadi Laba-Laba Penenun Bola Emas. Namun apa yang berubah selain gudang dan penenun bola emas tanpa kedua nama belakang yang berbeda tadi mereka tetaplah hewan yang membuat jaring-jaring rumahnya sendiri menghadap arah Selatan atau ya mereka cenderung buta arah. Hewan yang harus sedikit lebih bahagia karena faktanya mereka berjalan dengan lebih leluasa dibanding hanya berjalan miring. Sedikit hawa segar dari perbandingan yang banyak ditemui dari spesies berjalan miring pada umumnya.
Mengingat untuk membandingkan sesuatu hal dengan hal lainnya maka keduanya harus memiliki persamaan.Itulah yang coba dikejar dan ditenggelamkan oleh dua laba-laba yang dimabuk ketidakpuasan untuk sebuah kepuasan.
Trivia saja.Laba-laba dan spesiesnya.
Manusia cenderung memiliki analogi yang sama dengan si laba-laba. Si Laba-Laba Gudang dan Penenun Bola Emas. Mereka memiliki gairah menjadi orang lain dalam persepsinya yang sempurna dan memiliki kekuatan untuk membius diri,berontak dari tampilan diri yang sudah tidak lagi memiliki daya tarik. Berusaha menggantikan makna arkais yang menunjukkan sisi lemahnya lalu mengubah total dengan kelemahan yang tak perlu diubah sedemikian harus dan sebagai bagian dari hakekat penciptaannya. Seharusnya mengingat dan menyadari segala hal adalah anugrah bukan upaya merobohkan dinding pembatas ingatan menuju dinding ketidakingatan untuk menjauhkan dinding kesadaran, lalu menikam mentalitas sebegitu keras,dalam,baru dan tidak lagi otentik.
Yang menjadikanmu berharga bukanlah berjuang untuk memperbaiki dari apa yang salah. Kamu tidak pernah salah atas suatu hal yang salah karena orang lain mengatakan jika itu hal yang salah dan tidak begitu menurutmu. Apa yang kamu perbaiki adalah bukan apa yang akan kamu lakukan kedepannya. Dan itu bukan memperbaiki. Karena seseorang tidak mengacau atau merusak. Yang kamu akan lakukan adalah hal berbeda dari dua hari yang lalu ketika kamu memutuskan untuk berkelahi dengan seorang paling di takuti di sekolahmu lalu bibi may-mu yang begitu sangat kuwatir dengan keadaanmu saat itu,dan paman Ben yang habis-habisan menasehatimu tentang itikad baik (Ini seakan adalah yang paling penting dari mendapatkan status sipil kewarganegaraan oleh seorang anggota source) dan ini akan berbeda setelah dua hari berikutnya ketika wajahmu lebam karena baru saja membunuh seorang pembunuh dari orang yang sangat kamu cintai dan harapkan untuk kembali salah paham dan menasihatimu tentang itikad kebaikan. Hanya satu yang serupa membuat orang yang sama masih dalam kecemasan.
Dirimu menerima tapi tidak memperbaikinya. Apapun yang sedang kamu lakukan berhenti untuk mengatakan kamu sedang memperbaikinya. Karena itu hanya akan menjawab dirimu sebagai hal yang selamanya salah. Apa yang kamu lakukan adalah menerimanya dan menjalani sesuatu sesuai semestinya tidak ada suatu masalah yang sama dengan penyelesaian yang sama jika kamu menginginkannya untuk tidak lagi ada. Semua yang kamu terima adalah hal-hal baru maka jangan gunakan alat-alat lama untuk memperbaikinya.
Manusia selalu melakukan untuk yang pertama kalinya. Juga apa yang salah yang telah kamu lakukan hanyalah sesuatu yang meminta sedikit penjelasan. Salah atau benar itu tergantung bagaimana kamu mencoba menjelaskan point-point kebenaran yang akan kamu lakukan atau yang kamu ketahui. Dan setelah itu kamu akan tahu bahwa tidak ada sesuatu yang salah di dunia ini. Sesuatu hanya belum begitu jelas untuk menjadi kejelasan dan sesuatu tidaklah akan jelas saat sesuatu yang lain membunuh penjelasan sedangkan dia memahami suatu penjelasan.

Leave a comment