More Than,Black And White

Life isn’t easy to define as black and white.

Ungkapan pertama kali yang berhasil menyadarkanku bahwa penilaian soal kehidupan atau penilaian suatu norma atau mengenai benar atau salah tidak semudah menetapkan sasaran pada papan tembak yang hanya memfokuskan pandangan mata pada latar bergambar serta menitikkan pada posisi saklek pembidik dan senapannya. “Dor! Aku mengenai tepat pada bagian tengahnya. Ini tepat pada bagian sulitnya. Aku berhasil!”  Tentu saja ini untuk mereka orang-orang yang hendak menjalankan hobby atau anak-anak yang sedang bermain sekaligus belajar mengasah salah satu skill motoriknya, ini tidak untuk menganggap sepele kegiatan menembak dan juga membidik seorang atlet panah atau tentara negara. Tentu saja ini tetap mudah, tapi ini sulit untuk bagian misi menggunakannya!

Seorang korbanΒ  bernama A mati ditembak oleh seorang Pembunuh bayaran. Beberapa jam berselang dari meninggalnya korban berita yang mulai bermunculan akibat ulah penyebar berita menjadikan banyak spekulasi beredar, pada waktu itu juga mendadak banyak sekali orang yang bernama saksi. Terlalu banyak untuk menjelaskan satu kejadian dengan kejadian lain yang berbeda. Apakah orang yang dianggap saksi bayaran ingin melampaui nama populer pembunuh bayaran? Itu lucu, dan sangat berani dan sangat bodoh.

Apakah sekarang seseorang yang tidak bermasalah membutuhkan pengacaranya sendiri? Hey! Dia saksi palsu yang dibayar! Okay Baiklah. Aku diam!. Kembali pada insiden meninggalnya korban yang tewas dibunuh menjadikan spekulasi seperti: “Korban itu adalah seorang pembisnis kaya raya yang sangat malang, ia berjalan di sebuah jalan yang sangat sepi tanpa bodyguard di kanan kirinya,belum lagi pakaiannya yang entah bagaimana seperti dipenuhi kotoran dan bau tak sedap khas bau orang yang habis mengais sampah,sedikit guratan dan herannya mengapa pengusaha itu bertelanjang kaki? Entah mengapa penampilannya saat itu begitu tidak elit seperti seharusnya. Jalannya yang tegak pun tertatih-tatih.Mungkin pengusaha itu kelaparan”.Jelasnya dengan sedikit terkikik.

Yang benar saja, itu pengusaha kaya raya! Menurutku dia adalah tunawisma yang menjadi saksi sebuah kejahatan, si majikan lalu meminta pembunuh bayarannya untuk melenyapkan tunawisma itu.” Kata salah seorang lainnya.Ceritanya begitu menjadi sangat panjang dan semakin menarik?Tidak ada sesuatu yang menarik yang betah berlama-lama sehingga membuat orang yang melihatnya bosan.

Saat itu orang ketiga juga ikut berargumen. Oh! bukan.. Dia sedang berusaha menginterupsi perkataan pihak dua dengan menyunggingkan senyuman yang tidak lama menjadi sebuah tawaan lepas. “Lihatlah,kalian semakin bodoh dengan mengatakan hal yang sama namun saling mendebat satu sama lain.Lain kali, bicaralah dengan menambahkan perbandingannya sehingga perbedaanya menjadi sedikit nyata.Tapi itu sudah cukup untuk menjadikan semua orang berpikir lebih keras.”

Kira-kira seperti itu cara kerja media saat ini. Lebih tepatnya suatu teknis dari spekulasi berjalan. haha.Β 

Beberapa bulan setelah meninggalnya korban penyelidikan masih terus berlanjut, hingga tiba pada waktunya semua terungkap. Menjawab banyak nama siapa. Siapa si pembunuh bayaran,siapa orang yang dibunuh dan siapa otak dibalik pembunuhan itu. Dan ya salah satu pernyataan mereka benar tentang laki-laki yang berjalan bertelanjang kaki dengan pakaian lusuh adalah saksi mata yang dilenyapkan setidaknya itu mendekati benar.Tapi entahlah aku begitu sangat malas untuk mengapresiasi kebenarannya. Pasalnya dia hanya menebak dan bim salabim! dunia terpukau dan bertepuk tangan tidak lupa dengan tatapan terheran-heran dan takjub sebagai hadiah tambahan. Jujur aku sangat ingin mengakui jika aku tidak menyukai spontanitas yang asal-asalan. Sepertinya aku kurang memahami kesepontanitasan? Bagaimana jika aku tukarkan kalimatnya? Kesepontanitasan kurang memahamimu! Lalu kamu menjadi begitu tidak terkontrol dan tentu saja menjadi sangat asal-asalan!. Baik lupakan!

Masalahnya di sini adalah setelah insiden pembunuhan yang bisa kusebutkan sekarang sebagai insiden pembunuhan seorang yang tak bersalah untuk sementara ini adalah semua orang menjadi sangat iba kepada si korban lalu menjadi sangat membenci si pembunuh bayaran. Aku tidak sedang memberikan persuasi pada suatu tindakan buruk tidak juga sedang melakukan upaya defensif untuk salah satu dari pelaku kejahatan. Hanya saja kejahatan dan tindakan buruk haruslah benar-benar buruk. Itulah yang seringkali tidak terpikirkan! Seseorang berpikir tidak lebih dari menggunakan formula klasiknya yakni vertikal β€” horizontal.

Melupakan bagian lain yang terlupakan dan menjadikannya tidak sepadan. Tidakah pihak yang terkendali harusnya lebih terkendali? Seseorang mengawasi kiri atau kanan, memastikan atas atau bawah hanya sebatas itu yang mereka yakini menentukan kehidupan mereka. Mereka bahkan tidak memikirkan bintang betelgeuse sebelumnya yang memilih kapan momentum untuk meledak lalu kembali menentukan perasaan mereka setelahnya akankah mereka menangis atau justru bahagia. Hanya itu yang manusia bisa pikirkan,hanya kemungkinan-kemungkinan kecil yang membunuh kemungkinan besar untuk kemungkinan yang masih ada dalam tanda tanya.

Sesuatu yang perlu seseorang yakini adalah apa yang bagi mereka sulit untuk diyakini dengan keyakinan yang kecil. Karena begitulah melihat jauh kedalam hal-hal biner untuk kemudian dalam ketidakjelasan kemungkinan menjadi penjelasan untuk segala kemungkinan. Seseorang bersalah ketika ia melakukan kejahatan seseorang yang benar adalah ia yang melakukan kebaikan. Mencuri adalah kejahatan sedangan menolong adalah kebaikan. Tapi semakin menyalahkan kemasukakalan ketika menganggap seseorang pencuri bersalah ketika ia mencuri untuk menghidupi keluarganya. Sekarang apa yang akan kalian lakukan ketika hitam dan putih membunuh kelogisan suatu hal?

Seorang otak pembunuhan memiliki motif dan itu berbeda dari motif pembunuhan yang ia lakukan. Seorang Pembunuh bayaran memiliki tanggungjawab terhadap apa yang harus ia kerjakan selain tanggungjawab dari pekerjaan yang harus ia selesaikan lalu pergi dengan segepok uang untuk menunjukkan “aku tengah bertanggungjawab!” Lalu seorang pengusaha yang seketika bangkrut dengan miliaran hutang dimana-mana dan bukti kejahatan oleh seorang rekan yang lebih tepatnya adalah mantan rekan diketahui sebagai investasi penggulingan jabatan sebelum kejahatan dilangsungkan adalah satu nyawa untuk semua total kerugian adalah upaya dari seseorang yang hampir sekarat untuk menanggung tanggungjawab. Lalu aksi pembunuhan oleh pembunuh bayaran adalah akhir pertanggungjawaban dari si otak pembunuhan. Jadi jika begitu akhir dari kemalangan, mengapa hanya pembunuh bayaran yang diberikan ucapan selamat? “Selamat kepada pembunuh bayaran, sekarang kau tidak berhak lagi menentukan kehidupanmu.”

Jadilah sepakat dengan apa yang kamu pikir dan rasakan. Seseorang yang baik tidak pernah menjadikan keburukan layak dihakimi tanpa mengetahui kebenarannya.Seringkali kebenaran lebih manusiawi dibandingkan bukti yang terlihat. Jikalau semua paham bahwa tidak semua bukti adalah kenyataannya.

2 responses to “More Than,Black And White”

  1. Ini unik sepertimuπŸ’š

    Liked by 1 person

  2. Mega rahma Putri Avatar
    Mega rahma Putri

    Wahh mantap banget devanti, berkarya terus yaa πŸ™

    Liked by 1 person

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started